KAJIAN RUTIN


Bagaikan Lebah hinggap di taman-taman bunga yang indah,

mengambil dan memakan sari buah-buahan yang baik,

menghasilkan madu yang manis dan bermanfaat,

 

Menjadi Muslim yang gemar duduk di taman-taman Syurga,

mengambil ‘ilmu (syar’i) yang bermanfaat dan mengamalkannya,

beribadah berdasarkan Al-Qur’an & As-Sunnah, berakhlaq mulia dan berguna bagi sesama,

 

HADIRI dan IKUTILAH…!

 

KAJIAN RUTIN Ahad ke-1 dan ke-3

InsyaALLAH untuk jadwal perdana:

 

Ahad ke-1 (09 Jumadil Ula 1433 / 01 April 2012)

Bersama Ustadz Abu Hasan

Ponpes. Daarut Taqwa, Juwiringm Klaten

Materi: “FADHILAH ‘ILMU”

 

Ahad ke-3 (23 Jumadil Ula 1433 / 15 April 2012)

Bersama Ustadz Abu Salman

Ma’had ‘Ilmi Akhwat YPIA (Yayasan Pndidikan Islam Al-Atsari) Jokjakarta

Madinah International University (MEDIU)

Materi: “KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM”

 

Tempat : Masjid Ar-Rahman (Sanggrahan, Kalikebo, Trucuk, Klaten)

Waktu: 09.30 – 11.30 wib

 

GRATIS…!

UMUM…Putra dan Putri,

 

Penyelenggara:

Kerjasama Takmir Masjid Ar-Rahman dan IRMAKA

 

CP informasi:

0856 4220 6358

0877 3488 9831

0812 1507 5707

Denah Lokasi:

https://khoiz.wordpress.com

Fatwa-fatwa Tentang Wanita oleh Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin


Diambil dari kutaib Fatwa-fatwa Tentang Wanita oleh Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin, saya pilihkan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan puasa pada bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat bagi ukhti sekalian.

Pertanyaan ke-14:

Penanya berkata,”Bagaimanakah hukum seorang perempuan yang menggunakan pil untuk mencegah haidh pada bulan Ramadhan?”

Jawaban ke-14: Baca lebih lanjut

Hindari Koran, Tadabburi Al-Qur’an


Sekarang ini membaca koran sudah menjadi rutinitas yang nyaris tidak bisa ditinggalkan oleh manusia. Dimana-mana tersedia bacaan yang satu ini, di rumah, kantor, restoran, warung, bahkan sebagian orang ada yang menyempatkan diri membaca koran di toilet. Seakan koran sudah seperti bacaan wajib bagi mereka. Sikap yang berbeda mereka tujukan untuk al-Qur’ân, sebuah kitab yang menjadi pedoman hidup. Al-Qur’ân nyaris tidak tersentuh, apalagi diperhatikan. Mereka lebih hafal nama koran, atau tokoh-tokoh dalam koran daripada nama surat-surat al-Qur’ân. Bahkan lebih ironinya lagi, banyak dari mereka yang tampak tekun memelototi koran, ternyata tidak bisa baca al-Qur’ân. Sebegitu pentingkah berbagai sajian koran bagi mereka ? Sehingga rela meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk membaca dan mengikuti buah tangan para wartawan.

Allâh Azza wa Jalla telah menyediakan Baca lebih lanjut

Meraih Ampunan Allah Al-Ghafur Di Bulan Ramadhan Yang Mulia


Di antara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللََّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. [HR. Muslim, no. 2749]

Dosa telah ditakdirkan Baca lebih lanjut

Hadits-Hadits Dhaif & Maudhu Yang Banyak Beredar Pada Bulan Ramadhan


HADITS PERTAMA : TENTANG GANJARAN ORANG YANG MELAKSANAKAN IBADAH PUASA DAN SHALAT TARAWIH

عَنِ النَّضْرِ بْنِ شَيْبَانَ قَالَ لَقِيتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَقُلْتُ حَدِّثْنِي بِحَدِيثٍ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِيكَ يَذْكُرُهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ نَعَمْ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَقَالَ شَهْرٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Dari Nadhir bin Syaibân, ia mengatakan, ‘Aku pernah bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman rahimahullah, aku mengatakan kepadanya, ‘Ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari bapakmu (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf Radhiyallahu ‘anhu) tentang Ramadhân.’ Ia mengatakan, ‘Ya, bapakku (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf Radhiyallahu ‘anhu) pernah menceritakan kepadaku bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut bulan Ramadhân lalu bersabda, ‘Bulan yang Allâh Azza wa Jalla telah wajibkan atas kalian puasanya dan aku menyunahkan buat kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa yang berpuasa dan melaksanakan shalat malam dengan dasar iman dan mengharapkan ganjaran dari Allâh Azza wa Jalla, niscaya dia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya”. [HR Ibnu Mâjah, no. 1328 dan Ibnu Khuzaimah, no. 2201 lewar jalur periwayatan Nadhr bin Syaibân]

Sanad hadits ini lemah, karena Nadhr bin Syaibân itu layyinul hadîts (orang yang haditsnya lemah), sebagaimana dikatakan oleh al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab Taqrîb beliau rahimahullah.

Ibnu Khuzaimah rahimahullah juga telah menilai hadits ini lemah dan beliau rahimahullah mengatakan bahwa hadits yang sah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

Hadits yang beliau rahimahullah maksudkan yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim dan ulama hadits lainnya lewat jalur Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Baca lebih lanjut

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Di Bulan Ramadhan


Tamu agung nan penuh barakah akan kembali mendatangi kita. Kedatangannya yang terhitung jarang, hanya sekali dalam setahun menumbuhkan kerinduan mendalam di hati kaum Muslimin. Leher memanjang dan mata nanar memandang sementara hati berdegup kencang menunggu kapan gerangan hilalnya terbit.

Itulah Ramadhân, bulan yang sangat dikenal dan benar-benar ditunggu kehadirannya oleh kaum Muslimin.

Kemuliaanya diabadikan dalam al-Qur’ân dan melalui untaian-untaian sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allâh Azza wa Jalla menjadikannya sarat dengan kebaikan, mulai dari Baca lebih lanjut

“Ramadhan Bulan Penuh Berkah”


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف الأنبياء و المرسلين نبينا محمد و على آله و صحبه أحمعين, أما بعد:

Agar puasa lebih berkwalitas, maka kenalilah amalan-amalan inti di bulan Ramadhan bulan penuh berkah, diantaranya;

1.    Mendirikan shalat lima waktu

Karena Shalat adalah rukun Islam kedua, siapa yang berpuasa tetapi tidak shalat maka puasanya tidak akan memberi manfaat sedikitpun kepadanya.

عَنْ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ ».

Artinya: “Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jarak antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. HR. Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ».

Artinya: “Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perjanjian yang ada antar kami dengan mereka (orang kafir) adalah perihal shalat, maka siapa yang meninggalkannya sungguh dia telah kafir”. HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 4143.

 Dan khusus untuk lelaki muslim yang baligh dan berkal serta mampu maka diwajibkan untuk mengerjakan shalat lima waktu berjama’ah di masjid, sebagaimana pendapat yang paling kuat dari para ulama.

2.    Berpuasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. HR. Bukhari dan Muslim. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.